Dalam sebuah dongeng klasik
Jerman, alkisah ada seorang anak
laki-laki bernama Hans yang rela
menukar emas yang dimilikinya
dengan seekor keledai. Tidak lama
kemudian, keledai itu ditukar lagi
oleh Hans dengan seekor sapi, yang
lalu ditukarnya lagi dengan seekor
babi. Tidak selesai di sini, Hans
kemudian menukar babinya dengan
angsa, dan angsa ditukar dengan
batu, yang akhirnya dicemplungkan
ke dalam sumur.
Meski kehilangan harta bendanya, di
akhir cerita, Hans digambarkan
merasa bahagia karena ia tidak harus
membawa apa pun yang
memberatkan dirinya.
Mendengar cerita itu, kita mungkin
berpikir: betapa bodohnya Hans yang
membiarkan dirinya kehilangan harta
benda. Namun, terlepas dari
"kebodohan" Hans, di balik kisah ini
ada satu pelajaran yang positif:
meski pun melakukan kesalahan
demi kesalahan, Hans tetap sanggup
merasa bahagia karena ia dapat
menerima kesalahannya dan
mengambil sisi positif dari kesalahan
tersebut.
Manusia Tahan Banting.
Individu seperti Hans, dalam istilah
psikologi disebut resilient type
person atau individu tipe elastis yang
memiliki sifat tahan banting dan
tidak mudah hancur saat mendapat
tekanan kuat dalam kehidupan.
Dalam kehidupan nyata, individu
berkarakter seperti Hans bisa
ditemukan. Misalnya, pada sebuah
penelitian di Hawaii terhadap 210
anak-anak dari keluarga miskin dan
sengsara - sebab mengalami child
abuse - ditemukan bahwa 1/3 dari
jumlah responden tumbuh menjadi
manusia yang berprestasi, optimis
dan penuh kasih sayang, sehingga
meraih keberhasilan dalam hidup.
Para peneliti mencari tahu, apa yang
membedakan 1/3 responden yang
berhasil tersebut dengan 2/3
responden yang tetap berada dalam
kemiskinan dan sengsara.
Ditemukan fakta, anak-anak yang
tetap kuat melewati segala ujian di
dalam hidupnya, ternyata adalah
anak-anak yang memiliki seseorang
di luar dirinya, yang begitu
menyayangi dan dapat diandalkan,
baik itu sosok kakek, tetangga, atau
guru di sekolah. Para ahli lalu
menyimpulkan, agar bisa survive
dalam hidup dan meraih
kebahagiaan, setiap anak
membutuhkan sedikitnya satu orang
manusia yang memiliki kepedulian
yang dalam kepadanya.
Hasil penelitian berikutnya
menyebutkan, bahwa jika seorang
anak, sejak di dalam kandungan,
telah memiliki hubungan yang kuat
dan aman dengan ibunya, ayahnya
atau keduanya, maka benih-benih
untuk menjadi individu yang kuat dan
tegar akan terbentuk di dalam diri
anak tersebut, dan akan dibawanya
sampai lahir.
Memberi anak kasih sayang,
memerhatikan kemajuan yang
dicapainya, mendukung segala
kemampuannya dan tetap
mencintainya meski pun ia berbuat
kesalahan atau memiliki kekurangan,
akan membuat anak kuat dan
sanggup bertahan dalam hidupnya.
Psikolog dan penulis Katharina
Zimmer, menyebut cara merawat
anak seperti itu dengan sebutan
“cara mendidik menurut model
kekuatan dan kepercayaan”.
Menurut Zimmer, "Model cara
mendidik yang berlawanan dengan
model ini adalah “cara mendidik
menurut model defisit”, dimana
orangtua selalu melihat dan
memfokuskan diri pada kelemahan
dan kekurangan anak."
Penggembang &Informasi
Rabu, 10 Agustus 2011
Jumat, 05 Agustus 2011
Selalu Ada Rencana Indah Untukmu
.
Sang Kuasa selalu punya rencana indah untuk kita umatNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya
Sesekali langsung membahagiakan hati…
Terkadang sejenak bertentangan dengan harap
Kau hanya perlu mensyukuri dan merenungi
Usah kau terus mempertanyakan, buang semua logika
Berdoalah senantiasa… dan syukuri baik buruk yang kau rasa
Saat kau berniat baik dan meminta yang terbaik, itulah yang kan Dia beri
Terkadang seketika… seringkali harus lalui hari yang menguji hati
Selalu ada rencana indah untukmu
Walau seringkali kau melupakanNya
Selalu ada rencana indah bagimu
Jika kau terus meminta padaNya
Langganan:
Komentar (Atom)